Thursday, January 18, 2018

Terbang bersama #pesawatR80

kotak reward terbang bersama pesawat R80


 Kawan-kawan dari era 90an ke atas pasti masih ingat saat berkumpul bersama keluarga atau teman, menonton detik-detik penerbangan pertama dari pesawat gatotkaca  atau N250. Era dimana kita berkumpul bersama untuk menyaksikan kemajuan teknologi dan bukan hanya sekedar nonton bareng pernikahan selebritis ataupun detik-detik kelahiran anak mereka.

Tepatnya pada tanggal 10 Agustus 1995 berlokasi di  Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Gatotkaca mengepakkan sayap besinya untuk pertama kali selama 55 menit dan mendarat dengan mulus. disambut oleh gemuruh tepuk tangan dan pekik haru seluruh rakyat Indonesia. Merupakan kebanggaan dan keberhasilan rakyat Indonesia melalui kerja keras rekan-rekan di  Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang dipimpin oleh idola saya, Bapak B.J. Habibie.


Pesawat N250 Gatotkaca








Presiden saat itu Bapak Soeharto, yang tak mampu menahan rasa harunya, berpidato: “Keberhasilan uji coba penerbangan pesawat N-250 adalah tonggak bersejarah bagi seluruh bangsa Indonesia karena berhasil merancang sendiri pesawat modern

N250, dimana N merupakan singkatan dari Nusantara yang menunjukkan bahwa pesawat ini adalah murni masterpiece dari bangsa Indonesia. Baik dari desain, kalkulasi dan produksi dilakukan di Indonesia. 250 artinya 2 engine dengan kapasitas 50 penumpang.
Selain Gatotkaca, IPTN juga meluncurkan N250 PA-2 yang diberi nama Krincing Wesi pada tahun berikutnya. dan masih ada seri lagi yang akan lahir apabila . . .  



Pesawat R80

IPTN yang notabene adalah salah satu BUMN dimana Definisi BUMN menurut Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. 
Penghasilan dari bisnis ini akan masuk ke dalam kas negara dan digunakan untuk membayar utang negara, membayar administrasi, dan kelengkapan ketika melakukan ekspor dan impor atau kerja sama Internasional dengan negara lain.maka segala aktivitas dikuasai, dikontrol, dan diawasi penuh oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan negara adalah pemilik resmi BUMN dan negara yang mendirikan BUMN. Tidak hanya itu, alasan pemerintah memegang penuh kekuasaan dalam perusahaan ini, karena mereka ingin menjaga sebuah kestabilan dan menghindari penyelewengan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. (copas dari Indonesia.go.id)

Karena hal ini maka pada saat terjadi krisis moneter sekitar pertengahan tahun 1997 dan Pemerintah pada tahun 1998 menghentikan subsidi dana kepada IPTN. mereka langsung limbung karena sumber dana utama berasal dari APBN. Saat itu saya masih anak sekolah yang masih imut dan belum paham masalah politik ekonomi, yang saya tahu saat itu saya ikutan sedih karena N250 tidak bisa diproduksi sebab dilarang oleh IMF. 
Setelah beranjak agak gede, akhirnya saya menjadi agak paham bahwa ada politik terselubung dari negara lain yang menggunakan tameng IMF, karena mungkin mereka takut bangsa kita akan menguasai pasar dirgantara dunia.Setelah beranjak dewasa, saya mulai mengerti bahwa sebuah perusahaan tidak akan hancur hanys karena masalah dana saja tapi ada faktor x, y, z juga yang mendukung. Jadi faktor apa saja yang menyebabkan IPTN limbung? mungkin sebaiknya kita biarkan saja itu menjadi salah satu misteri.


Jaket bomber, reward untuk para donatur


Setelah melewati ratusan purnama, kini eyang Habibie hadir untuk membangkitkan kembali semangat kita. Ya, Beliau hadir dengan karya terbaru dan pada bulan Juni 2017 program R80 mendapatkan dukungan pemerintah dan dinyatakan sebagai Program Strategis Nasional.

R80 ?
Mau ngajak nobar starwars?
Itu mah R2 D2, keles.
R80 itu adalah nama pesawat yang akan dibangun prototipenya melanjutkan pengembangan N250 yang tertunda. Anggap saja ini adalah adik kecil dari generasi N250.
Bila dibandingkan dengan kakaknya, R80 ini memiliki spesifikasi yang lebih canggih mengikuti perkembangan Zaman Now.

R80, R dari kata Regional dan 80 adalah jumlah penumpangnya yang didesain untuk penerbangan perintis jarak pendek  dan menengah. Kali ini tidak dibangun oleh IPTN/PT. Dirgantara melainkan dibawah bendera PT. Regio Aviasi Industrial milik eyang Habibie dan putranya.

Awalnya saya tahu projek ini saat melihat ig dari dedek andien, berbekal kepo akhirnya saya mendapatkan info bahwa saat ini sedang dilakukan crowdfunding melalui portal Kita  bisa untuk mengumpulkan dana pembangunan prototype pesawat ini.

Apakah crowdfunding itu? 
Ini adalah usaha penggalangan dana untuk membiayai suatu projek. Bahasa kerennya adalah urunan.

R80 sendiri membutuhkan sekitar US$1.5 M untuk membiayai produksi pesawat tersebut. Dengan harga yang fantastik tersebut timbul pro n kontra dengan program crowdfunding tersebut.

Dari pihak RAI sendiri sudah memberikan klarifikasi bahwa target mereka bukan nominal tetapi membuktikan bahwa rakyat Indonesia mendukung  untuk pengembangan teknologi.

“Kami berharap inisiatif ini bisa menggambarkan adanya rasa memiliki pesawat R80 dari rakyat Indonesia. Jumlah sumbangannya bebas, seribu perak, dua ribu perak, silahkan. Yang penting  bagi kami terkumpul satu juta orang saja yang tercatat memberikan dukungan, itu sudah sangat berarti bagi kami,” kata Ilham Habibie, pemilik PT Regio Aviasi Industri dalam siaran persnya. (m.tribun.com)

"Crowd funding membuktikan kepada seluruh dunia, khususnya Indonesia, bahwa Rakyat indonesia berkomitmen untuk (membantu) itu. Walaupun hanya Rp 50 ribu, tapi dia ikut. Itu yang penting, komitmen," kata BJ Habibie. (Pikiran-rakyat.com)

Sedangkan beberapa pihak yang kontra merasa bahwa crowdfunding ini adalah hal yang sia-sia dan merupakan perwujudan dari putus asa.

Sedangkan saya adalah rakyat Indonesia yang Pro dan mendukung rencana ini. 
Iya...saya masih mengidolakan eyang Habibie, jadi udah jelas lah ya.

cantik ya . . . . . . . .  jaketnya

Meskipun saya cuma bisa urunan sekedarnya aja tapi semoga aja berkah dan ikut memperlancar pembangunan pesawat ini. Trus, kenapa saya cerita kalo saya ikut urunan? Bukankah tangan kiri gak boleh tau saat tangan kanan memberi? Karena saya ingin teman-teman ikutan juga.

Menurut cerita sejarah yang bisa dibaca di portal Kita bisa, dulu rakyat aceh juga pernah urunan untuk membeli pesawat pertama. Tapi Kalo sekarang, mumpung Kita masih punya sumber daya manusia yang mampu. Marilah membangun  bersama.

Saat ini jumlah urunan yang terdata di Kita bisa sudah lebih dari 8M Rupiah. Masih kurang banyak ya? Tenang, Karena RAI juga berusaha mencari investor dan partner untuk menyelesaikan projek ini. Jadi jangan merasa sia-sia jika hanya mampu menyumbang sedikit, meskipun hanya seribu rupiah aja berati kamu sudah ikut berkomitmen mendukung pengembangan teknologi di Indonesia. Optimis deh Kita bisa mewujudkan mimpi eyang Habibie untuk membangun pesawat R80.

Hehehe..aku udah kayak orang marketing aja. Tapi bener lho.
PT. RAI dan Kita bisa juga memberikan reward/hadiah untuk donatur berupa kaos, hoodie dan jaket bomber. 

Jadi kalau kamu mau mendapatkan jaket bomber seperti saya atau foto kamu dipasang di pesawat R80, kamu bisa kasih dukungan dengan cara :

2. Klik tombol Dukung sekarang
3. Masukkan nilai dukungan dan pilih reward sesuai yang kalian inginkan.


terimakasih kawan










3 comments:

nur rochma said...

Salut dengan crowd funding yang dilakukan masyarakat. Semoga bisa segera terwujud.

ahmadi sultan said...

Semoga bisa terwujud, jadi gak sia-sia 'jalan' yang udah dibangun BJ Habibie.

Putri Pamelia said...

Wahhh,,,saya baru tau info ini,,beneran keren, makasih loh mbk info nya,,,manfaat sekali