Thursday, February 8, 2018

Selamat Pengantin Madu, sebuah review

Akhir-akhir ini banyak beredar berita tentang Pelakor alias Perebut Laki Orang dengan berbagai versi cerita. Hal ini membuat saya teringat akan sebuah drama TV saat saya menetap di Malaysia beberapa tahun lalu. Judul dramanya adalah "Selamat Pengantin Madu", karena ini drama  Malaysia jadi tentu saja menggunakan bahasa Melayu. Judulnya cukup membuat saya penasaran sehingga saya mengikuti ceritanya setiap minggu. Ga semua episode sempat saya tonton tapi dari 13 episode mungkin lebih dari separuhnya sudah saya nikmati. Masalahnya saya jarang ingat jadwal tayang acara TV. Setiap pulang kerja, kami menikmati makan malam dengan menonton TV. Milih acak aja tergantung lagi ada acara apa aja yang bagus.

Drama yang ditayangkan di TV3 ini buah karya Noraini Baba, disutradarai oleh Ibrahim Elias dibawah rumah produksi Pesona Pictures Sdn. Bhd. Pada asing semua ya namanya hehehe...

sumber: tv3drama.blogspot.co.id


Garis besar ceritanya tentang seorang istri yang dimadu. Dulu sih bahasanya kalau gak istri kedua, istri simpanan atau dimadu. Sekarang udah langsung blak-blakan aja sebutannya jadi Pelakor, Perebut Laki Orang dan kadang malah jadi Valakor plesetan dari tokoh Valak di sebuah film. Lucu sih tapi bikin gedeg-gedeg kepala.

Nah, daripada kita ikutan bergosip mengenai ranah kehidupan orang lain yang ga jelas juntrungannya mending baca review saya tentang drama ini aja. Saya gak akan membahas sinopsis per episodenya, hanya menceritakan ulang ceritanya sesuai ingatan saya aja.

Kisah dimulai saat Hana ( Fasha Sandhya) mendapatkan berita bahwa Zul (Aiman Hakim), suaminya telah menikah lagi dengan seorang wanita muda bernama masmira (Eina Azman). Hati istri mana yang gak hancur mendengar berita tersebut, dapat beritanya juga dari surat kaleng. Suami yang telah memberikan dua buah hati yang manis dan lucu ternyata telah membagi cintanya dengan wanita lain.

Dengan perasaan kalut Hana mengendarai mobilnya tanpa arah tujuan, tapi masih dalam kota aja sih ga sampai menyebrang ke negara tetangga. Dan somewhere saat dia akhirnya menepikan mobilnya sambil menangis ada seorang ibu yang melihat dan menghampiri. Biasalah ya naluri cewek kalau melihat cewek lain terlihat sedih pasti langsung bersimpati dan menawarkan bantuannya dan kita kaum cewek kalau lagi galau ya emang cuma butuh teman curhat yang bisa mendengarkan cerita. Tak dinyana setelah Hana menceritakan masalahnya ternyata ibu itu pun bercerita bahwa dia dulu juga mengalami hal serupa, suaminya menikahi wanita lain. Jeng..jeng..jeng... Lha apa memang lagi ngetrend gitu ya kataku sambil ngeliatin suami.

Ibu itu, kita sebut ibu A aja ya soalnya saya udah lupa namanya. Ibu A ini bercerita saat dia mendapati suami telah menikah lagi dia merasa sangat emosi dan langsung meminta cerai dan sekarang dia menyesal karena keluarganya jadi terpecah. Ibu A pun memberi Saran pada Hana untuk tetap mempersiapkan keluarganya demi anaknya. Berat banget ya sarannya. 

Hana yang pada dasarnya adalah istri yang lembut dan masih mencintai suaminya mencoba saran tersebut. Sesampainya di rumah, dia melarang pembantunya untuk memberitahu suami dan anak-anaknya dan malah meminta untuk menyiapkan makanan kesukaan suaminya tak lupa diberi serbuk sianida . Makan malam pun berjalan seperti biasa, Zul terlihat bahagia. Namun, setelah makan malam Hana mengajak Zul untuk berbicara berdua. Mau bicara apa hayo...

Hana menunjukkan surat kaleng yang diterimanya pada Zul dan pria itu tertunduk sedih lho. Aah..air mata buaya nih. Dengan pasrah Zul bertanya apa keinginan Hana selanjutnya, sepertinya udah mikir kalau hana bakal minta cerai nih. Eh, ternyata enggak lho. Hana minta mereka tetap jadi keluarga yang utuh dan yang bikin saya kaget hana minta Zul untuk mengundang istri madunya (bukan istri muda) datang kerumah dan membicarakan masalah jadwal dan untuk diperkenalkan pada anak-anak mereka. Waaahhh... sinetron banget ya hahaha...

Saat ditunjukkan yang mana Masmira, karena saya bukan warga Malaysia dan saya juga ga tau track record para pemain drama ini jadi saya hanya melihat bagaimana mereka menampilkan perannya. Hana yang ditampilkan sebagai seorang wanita matang, mandiri dan terlihat sangat kalem saat melayani suami dan anak-anaknya membuat saya berpikir kalau lelaki seperti Zul nih goblok banget sih. udah dapet istri yang mendekati level sempurna kok masih bisa tertarik pada wanita lain seperti Masmira, wanita muda -ya ga muda amat sih- dari penampilannya kelihatan agak alay hahaha. Tapi setelah melihat kepribadian Zul yang pengusaha sukses dan sangat kebapakan, saya jadi mafhum kalau banyak wanita yang bisa terjerat. sayangnya saya ga tau bagaimana ceritanya Zul bisa menikah dengan Masmira.

Kembali ke kehidupan keluarga mereka yang mulai kompleks. Bagaimana Hana memberitahu kedua anaknya mengenai status ayah mereka dan dengan sabarnya dia meyakinkan mereka bahwa mereka tak akan kehilangan kasih sayang  sedikitpun. Walaupun dalam hati Hana pasti sedang bergejolak rasa cemburu. Aih...emang ada ya di kehidupan nyata seorang wanita seperti Hana ?

Disaat Hana berusaha menjaga perasaannya untuk tetap tenang saat sang suami berada di kediaman Masmira. Masmira sendiri seperti layaknya seorang istri kedua selalu berusaha menjadi yang pertama dan satu-satunya wanita untuk Zul. Untungnya Zul adalah seorang famili man yang sayang pada keluarga sehingga dia tetap berusaha Adil terhadap dua istrinya. Nah, kan... Disini saya mulai bingung. Kalo dia sayang keluarga kenapa bisa tergoda wanita lain? Ok..lah. mungkin ini yang namanya insting Pria .

Kala Masmira sedang berusaha keras menguasai Zul, berita gembira tiba. Hana dikaruniai Hamil anak ketiga. Takut Zul akan meninggalkannya, Masmirah mengaku bahwa dia juga sedang mengandung Janin dari Zul. Padahal bohong. Zul yang tidak tahu kalo sedang dibohongi merasa sangat berbahagia dan jadi tambah sayang pada istrinya khususnya pada Hana. Eaaaa..modusnya Masmira ga berhasil. 

Bangkai meskipun ditutupin akan tercium juga bau busuknya. Kebohongan Masmira akhirnya terbongkar juga, karena sesuatu yang konyol. Jadi ceritanya mereka belanja bareng. Saat naik mobil, kedua anaknya minta agar Hana yang duduk di depan samping Pak kusir dan Zul pun mengiyakan. Dengan gondok, Masmira pindah duduk di kursi tengah. Namanya juga lagi emosi cemburu pasti yang ada dipikirannya jelek semua. Saat belanjaan diturunkan Masmira menyangka baju barunya terbawa oleh anaknya Hana. Seperti anak kecil dia mencoba merebut tas belanja tersebut dan entah bagaimana saat rebutan tas badannya oleng terantuk pot dan jatuh pingsan. Khawatir dengan kandungannyan maka Zul membawa ke rumah sakit dan eng ing eng ... Dokter menyatakan bahwasanya dia tidak Hamil. Penonton bersorak..

Terdengar suara Guntur.. kilat sambar menyambar... Kamera zoom in zoom out ... Jeng...jeng...jeng... Eh, Salah ding ini bukan sinetron lokal.

Zul marah besar dan tidak mau menemui Masmira lagi. Tapi ini bukan akhir dari cerita, Masmira merengek pada Hana untuk membantunya berbaikan lagi dengan Zul. Enak aja, tak uuk ya. Eh, itu kalau saya yang jadi si Hana. Tapi ini Hana yang diseting sebagai wanita yang punya surplus stok sabar. Hana meminta Zul untuk memberi Masmira kesempatan lagi. Haish...ga jadi tamat deh drama ini.

Kisah berlanjut, Zul kembali menerima Masmira namun Zul malah bertambah sayang pada Hana. Zul bahkan mengajak Hana untuk berlibur di Maldives berdua saja untuk merayakan anniversary. Masmira yang dasarnya emang childish dan cemburu dan agak bego sih menurut saya. Lha, sudah tau saingannya itu Hana yang dewasa, mandiri, bijak, sabar dan sayang banget dengan keluarganya. Lha, kok malah childish pakai strategi kacangan makan dengan Pria lain waktu  suami lagi pergi. Dipikirnya Zul bakal cemburu trus tambah sayang ke dia. Itu yang akan terjadi jika Zul adalah suami alay. 

Zul yang baru pulang dari liburannya kebetulan menangkap basah Masmira sedang makan berdua dengan Pria lain. Saat menanyakan hal tersebut, Masmira malah menyalahkan Zul yang tidak mengajaknya liburan. Murka dengan jawaban bebal tersebut, tanpa banyak bicara Zul langsung menjatuhkan talak satu dan pergi meninggalkan rumah. Ish... Keren banget dah pas adegan ini. Sukaaa

Bukan Masmira namanya kalau langsung menerima kekalahannya. Keesokannya dia menemui Zul Di kantornya dan mengatakan bahwa talaknya tidak sah karena tidak ada saksi. Tanpa diduga, Zul memanggil masuk sekretarisnya dan memberikan talak satu kembali pada Masmira. Epik banget bro... Jempol banget dah buat penulisnya.

Akhir cerita tentu saja Zul kembali kepada Hana dan anak-anaknya. Zul pun tak lupa meminta maaf pada orang tua Masmira apabila ada salah saat masih menjadi suami anak mereka.

Saya suka cerita ini Karena ga terlalu berbelit-belit dan klimaks akhir ceritanya yang mengejutkan. Saya juga jadi belajar bahwa tugas dan kewajiban seorang istri untuk menjaga keluarga itu berat banget sis. Semoga Kita semua bisa menjadi sosok istri yang terbaik untuk suami kita. 

Aaminn.

Pesan moral dari cerita ini versi saya, saat sudah menikah adalah tanggung jawab dari suami dan istri untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Jalan yang dilalui ga selalu mulus terkadang akan menapaki jalan yang bergronjal dan penuh godaan seperti dalam cerita ini. Pilihannya hanya dua : pergi atau bertahan. Hanya mereka yang tau pilihan terbaik untuk keluarganya.

Dalam cerita ini, Hana memilih untuk bertahan dengan pasrah dan berikhtiar menjaga keutuhan keluarganya. Ga mudah tapi akhirnya berhasil juga. Zul pun akhirnya menyadari bahwa pilihan terbaik adalah kembali seutuhnya untuk keluarga meskipun harus melewati lika liku lelaki dia bisa mengambil keputusan dengan tegas dan mantap.

Berbicara tentang tokoh Masmira, saya rasa wajar bila seorang wanita muda tertarik pada Pria mapan seperti Zul, apalagi bila gayung bersambut hingga dinikahi seperti dia. Tapi kembali lagi ke masalah attitude. Levelnya harus diupgrade supaya bisa mengimbangi suaminya karena tidak ada Pria yang mau diremehkan. Bila sikapnya tetap kekanak-kanakan ya udah deh ...bhay...

Ada yang menarik waktu menonton drama ini, saat ada adegan Hana salim mencium tangan Zul itu disensor agak diburamkan. Mungkin ada yang bisa membantu menjelaskan alasannya.

btw, buat yang penasaran ama cerita ini sepertinya masih bisa ditonton di tv3drama.blogspot.co.id

1 comment:

cucum suminar said...

Lagi musim ya cerita-cerita kayak gini. Mungkin memang beneran ada yang sebaik hana 😁. Tapi dulu pernah lihat langsung, si istri yang mengetahui suaminya selingkuh. Dia ga minta cerai. Dia cuma bilang baik-baik ma si selingkuhan suaminya buat ninggalin suami dia. Apalagi dia diwanti-wanti ma mertuanya jangan pernah terucap kata cerai. Enak banget si selingkuhan itu nantinya katanya kalau mereka akhirnya cerai, kata si mertua 😂. Semoga dijauhkan dari yang seperti film ini. Amien.